Salah Rasa
Untuk dirimu yang berada disana
Entah berapa kali aku menunggu kelabu di tiap kau datang
dengan kegelapan itu
Hingga hati dan logika ini sulit menerka kebenaran akan
dirimu
Perasaan darimu dan segala hal yang aku pinta seakan menjadi
sebuah tanya
Siapa dirimu sebenarnya?
Apa tujuanmu?
Apa kau baik? Atau, kau bagian dari pecundang jahat itu?
Ribuan tanya membeku dalam relung yang hampa
Menafsirkan sesuatu yang sulit dimengerti
Tentang seseorang yang mudah datang dan pergi
Tanpa dia tahu harus mengucapkan maaf dan seenaknya sendiri
Tak punya rasa, dan aku pikir dia tidak punya hati
Aku benci mengatakan ini, namun…
Dia adalah seseorang yang kudamba dalam hidupku
Yang setiap kali aku percaya dia akan kembali lagi
Meski dengan kabut gelap itu
Kemarin dia datang dengan sesuatu yang berbeda dari
sebelumnya
Dia datang dengan senyuman manis
Seakan menyejukkan segala gundah gulana
Dan alam seakan menyambutnya
Dengan gegap gempita akan hal baru
Dan aku terperangah akan hal baru itu pada dirinya
Yang seperti doaku dikabulkan oleh Tuhan dengan nyata
Dan aku mulai masuk ke dalam peluknya
Hangat dan enggan pergi darinya
Dia mengucapkan kalimat-kalimat indah itu
Yang membuatku termangu
Akan sosoknya yang baru
Asli ataukah palsu?
Dan semua hal indah pada dirinya larut dengan sempurna
Menenggelamkan segala keraguan yang ada
Dan perasaan yang lembut dan indah pun tercipta
Tanpa ada takut dan lara
Aku bahagia akan dirinya
Aku tak ingin melepasnya
Dan tidak rela jika dia pergi begitu saja seperti sebelumnya
Namun, suatu kebenaran akan tujuannya terungkap
Dia membuatku terperangkap
Tak ada cacat, semuanya lengkap
Seolah semuanya bagaikan sandiwara yang membuatku terlelap
Dan lemah untuk bangun lagi
Dan aku menyadari dengan pasti
Dia berhasil mengelabuiku lagi
Aku berteriak dengan rasa sakit yang tak terperi
Begitu bodohnya aku tak memahami semua kondisi ini
Yang dia cipta dengan sempurna tanpa hal buruk yang dikotori
Dan aku berpikir, patutnya dia seperti aktor yang pandai
Yang memainkan segalanya begitu apik
Membuatku terperangkap, dan sulit berkutik
Dengan segala hal indah darinya yang menyusuri seluruh
relung ini
Dan aku tahu dengan pasti, aku jatuh, untuk sekian kali,
lagi, dan lagi….
Dia tersenyum lagi dengan senyuman bagaikan monster yang
kelaparan
Ingin membuatku mati, kaku, dan tergelapar
Aku benci akan semua hal ini
Aku bangkit, dan menyadari semua ini
Rasa benci, risih, dan jijik yang tak terbendung
Mengalirkan sebuah kekuatan murni dari batin untuk berontak
Aku tahu, aku tak bisa mengubahnya
Karena aku bukan siapa-siapa baginya
Sekarang, aku hanya pembencinya
Yang berwujud nyata dari yang dulu adalah pengagumnya
Aku berlari dengan segala kekuatan yang tak terbendung
banyaknya
Hingga dia tak dapat mencegahku, dan hanya bisa berteriak
bahwa dia kehilangan mangsanya
Aku tak peduli, dan berlari enggan untuk menengok
Yang aku dengar hanya suaranya yang melengking
Dan aku berlari, berlari, dan berlari…
Mengejar masa depanku lagi yang sempat dia renggut dengan
sejuta alasan bodoh dariku
Yang mendambakan cinta dari jelmaan monster seperti dia…
Comments
Post a Comment