Dia Datang Kejutkanku

Dia Datang Kejutkanku!             Sore itu awan nampak kelabu pertanda akan hujan, suara gemuruh dari langit mulai terdengar menggelegar. Angin meniupkan desahan-desahan kasar berliuk-liuk bagaikan penari mengiringi orang-orang yang mulai sibuk berteduh untuk menghindari air hujan yang siap mengguyur Jakarta di kala macetnya sore itu.             Seorang gadis bertubuh kurus tinggi dengan mengenakan blus bunga-bunga berlengan pendek longgarnya dengan rok satin panjangnya di padukan dengan sepatu ketsnya berlari-lari kecil menghindari gerimis yang mulai berubah menjadi air bah dari langit yang jatuh menimpa tubuh kurusnya. Dia berlari menuju Halte Bus yang tak jauh dari Kampus dia belajar. Hujan yang lebat itu pun tak mampu menghentikan kemacetan Jakarta yang setiap hari menjadi rutinitas yang paling menjengkelkan bagi warga Jakarta. Karena hampir setiap hari bergelut de...

No More Pressure!

Assalamu'alaikum. Hallo!
Hari ini ada beberapa hal yang ada didalam otak Saya, mungkin seperti terbesit atau hal dan memori yang sudah lama Saya pendam.
1. Sekarang ini banyak orang yang berbicara tanpa pandang bulu, terlalu frontal dan tidak memikirkan perasaan seseorang yang mereka bicarakan ataupun orang lain yang merasakan dampak tersebut. Saya berpikir, jika manusia itu bisa di "upgrade", ingin rasanya ada semacam "naluri" untuk menyaring setiap perkataan dan tindakan yang akan dilakukan, sehingga dengan begitu tidak menimbulkan efek saling membenci, saling menghujat, perkelahian, penindasan dan bahkan pembunuhan. Karena manusia seperti sudah terorganisir untuk berlaku baik dan berbudi pekerti. Namun apalah dikata, manusia ya manusia, manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, dibekali dengan akal dan pikiran, seyogyanya dengan tanpa di "upgrade" pun manusia akan dapat berpikir selayaknya manusia yang bangga dengan predikat sempurna, "berpikir dengan jernih sebelum bertindak, dan menghindari kegabahan serta permusuhan".
2. Permusuhan antar negara yang tidak ada habisnya. Saya berpikir,
apakah mungkin semakin maju peradaban dan kemajuan, akan membuat manusia lupa akan kodratnya untuk saling menjaga dan menghargai? Nyatanya, sekarang ini banyak manusia yang menyerang manusia dari bangsa lain, maupun manusia yang menyerang sesama bangsa. Semakin banyak manusia yang ingin sekali berkuasa, semakin banyak manusia yang menjadikan agama sebagai tameng perjuangan (entah itu perjuangan apa yang dimaksud), dan semakin banyak manusia yang berlaku layaknya zionis. Melancarkan bom dan rudal, membunuh ribuan bahkan jutaan manusia, apa gunanya? Menyalurkan hasrat? Menyalurkan keinginan? atau bahkan menyalurkan kesenangan dengan mengorbankan manusia seperti kau, kamu, kalian, kalian semua. Manusia yang menyerang manusia sesama bangsa seperti para pengkhianat zaman perjuangan kemerdekaan, logika tidak bekerja, miris jika mengetahui pengkhianatan mereka, yang ditekan oleh iming-iming dari penguasa negeri seberang, dan rela berkhianat, padahal mereka itu tinggal di bumi pertiwi, makan dari sumber bumi pertiwi, minum dari air bumi pertiwi, apa pantas balasan mereka? Memang tekanan para penjajah pada rakyat tidak dapat ditahan dengan apapun, tapi bukankah tekanan itu yang menimbulkan persatuan dan kesatuan? Bukannya menimbulkan pengkhianatan. Sungguh biadab, dan kasihan Saya.
3. Banyak individu yang mudah terpancing untuk marah karena suatu hal, yang ikut serta untuk memecah belah. Bangsa Indonesia itu majemuk, banyak suku, agama, golongan dan ras. Ayolah! Ingat perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan! Maka dengan begitu timbullah pancaran untuk menghargai jerih payah mereka, saling menjaga dan menghindari permusuhan. Akan tampak sia-sia kah jika dibalas dengan begitu banyak permusuhan karena hal yang sebenarnya dapat dibicarakan, dapat dimusyawarahkan, dan dapat dapat diselesaikan dengan kepala dingin? Saya pikir orang yang memiliki niat memecah belah perbedaan ini, adalah seperti pengkhianat.

If we avoid the enmity and the fight, so that our future will be bright! :)

Comments

Popular posts from this blog

Salah Rasa

College

Sikap Untuk Meningkatkan SDM Indonesia Agar Sejajar Dengan Negara Maju